Terakhir diperbarui: 23 Feb 2026 | 5 Tinjau |
Dalam rangka memperingati International Migrants Day 2025, Mishka Project mendapat kehormatan untuk diundang oleh International Organization for Migration (IOM) sebagai bagian dari rangkaian acara bertajuk International Migrants Day Symposium 2025 – My Great Story: Cultures and Development. Acara ini mengangkat kontribusi dan potensi para migran, khususnya perempuan pengungsi, dalam pembangunan sosial dan budaya.
Pada kesempatan tersebut, Mishka Project menampilkan sebuah trunk show istimewa yang diperagakan langsung oleh lima perempuan pengungsi dari berbagai negara konflik yang saat ini menetap sementara di Indonesia. Mereka adalah Adian A.M Al-Fartthoosi dan Aswar Khalid Saad dari Irak, Fathiya W.J Kheira dari Palestina, serta Asma Omar Mohamad dan Amal Abdikadir Boor Ahmed dari Somalia.
Kelima perempuan ini menampilkan karya fesyen hasil pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang telah mereka jalani. Trunk show ini bukan sekadar pertunjukan busana, melainkan simbol pemberdayaan, keberanian, dan ruang ekspresi bagi perempuan pengungsi untuk menunjukkan bakat, identitas, serta potensi mereka melalui dunia fesyen.
Kolaborasi antara IOM dan Mishka Project telah terjalin sejak tahun 2023, dengan komitmen bersama untuk mendorong kemandirian, pengembangan keterampilan, dan inklusi sosial bagi komunitas pengungsi di Indonesia melalui sektor fesyen dan ekonomi kreatif.
Sebagai bagian dari program pemberdayaan, para peserta mendapatkan berbagai pelatihan profesional, antara lain:
Pelatihan fashion yang difasilitasi oleh New York of Fashion Global Indonesia, meliputi Fashion Drawing dan Fashion Painting hingga pengembangan desain.
Pelatihan modeling dan catwalk yang dipandu oleh koreografer profesional dari sekolah model Mike Panambunan Model School, guna meningkatkan rasa percaya diri dan profesionalisme saat tampil di hadapan publik.
Tentang Mishka Project
Mishka Project powered by Makaila Haifa merupakan inisiatif sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya perempuan pengungsi, melalui sektor fesyen sebagai medium edukasi dan pengembangan keterampilan.
Melalui program ini, para perempuan pengungsi tidak hanya memperoleh keahlian praktis sebagai bekal ketika berpindah atau menetap di negara tujuan, tetapi juga membangun jejaring pertemanan, meningkatkan rasa percaya diri, serta mendapatkan akses terhadap dukungan yang mereka butuhkan selama masa transisi kehidupan.
Mishka Project percaya bahwa fesyen bukan sekadar industri kreatif, melainkan medium perubahan sosial, sarana menyuarakan harapan, dan sumber kekuatan bagi perempuan yang terdampak krisis kemanusiaan.
Website: makailahaifa.com
Instagram: @Mishkaproject_