Makaila Haifa
Pesan akan dijawab dalam beberapa jam
Hi, Welcome to Makaila Haifa, What can we do for you?
Mulai Percakapan

Ketahanan Perempuan: Dari Bertahan Menuju Berkembang. Makaila Haifa Mempersembahkan: Mishka Project X UNHCR dalam Rangka Memperingati Hari Perempuan Internasional 2026

Terakhir diperbarui: 27 Apr 2026  |  6 Tinjau  | 

Ketahanan Perempuan: Dari Bertahan Menuju Berkembang. Makaila Haifa Mempersembahkan: Mishka Project X UNHCR dalam Rangka Memperingati Hari Perempuan Internasional 2026

Jakarta, Indonesia – 24 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, serta merayakan pencapaian para peserta Mishka Project Batch V, Mishka Project dengan bangga berkolaborasi dengan UNHCR Indonesia dalam serangkaian kegiatan yang menyoroti kekuatan, ketahanan, dan potensi perempuan pengungsi dengan tema “Ketahanan Perempuan: Dari Bertahan Menuju Berkembang.”

Pada kesempatan ini, Mishka Project menampilkan sebuah trunk show (mini fashion show) yang menampilkan enam (6) perempuan pengungsi dan satu (1) muse perempuan dari India, Revathi Prabaharan. Para peserta pengungsi berasal dari negara-negara yang terdampak konflik dan saat ini tinggal sementara di Indonesia, yaitu Adian A.M Al-Fartthoosi dan Aswar Khalid Saad dari Irak, Fathiya W.J Kheira dari Palestina, serta Asma Omar Mohammad dan Amal Abdikadir Boor dari Somalia.

Selain itu, karya fashion painting berupa tas, pakaian, dan scarf yang dibuat oleh para peserta Mishka Project juga dipamerkan. Karya-karya ini dapat ditemukan di booth yang berlokasi di area acara (Padang Room 2, The Westin Hotel Jakarta) dan tersedia untuk dibeli sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan perempuan pengungsi.

Karya-karya tersebut merupakan kontribusi dari kelompok peserta pengungsi lainnya, termasuk Esthar Kayalvili Kamaleswaran dari Sri Lanka, serta Shakila Gulzari, Fariba Maqsudi dari Afghanistan, Sakina Alizada dari Afghanistan, dan Suhaila Ahmadi dari Afghanistan, bersama Revathi Prabaharan sebagai muse Mishka Project Batch V.

Selama Mishka Project Batch V, seluruh peserta menerima sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas penyelesaian program. Penghargaan khusus juga diberikan, termasuk Best Model yang diberikan kepada Amal Abdikadir Boor dari Somalia, dan Best Painting yang diberikan kepada Esther Kayalvii dari Sri Lanka.

Program ini menghadirkan kombinasi dinamis antara pertunjukan kreatif dan sesi dialog:

Trunk Show – MISHKA Project Showcase
Sebagai sorotan utama acara, trunk show akan menampilkan koleksi terbaru dari Makaila Haifa dengan perempuan pengungsi dari workshop modeling Mishka Project Batch V sebagai model.

Rangkaian Talk Show
Dua sesi diskusi panel akan membahas isu-isu penting terkait pemberdayaan dan perlindungan perempuan:

Panel 1: Pemberdayaan Perempuan
Mengeksplorasi jalur menuju kepemimpinan, inklusi, dan masa depan yang berkelanjutan. Terdapat 3 pembicara pada panel pertama:

Perwakilan dari UN Women (TBC)
Mariam Yousufi – Manajer Beyond the Fabric, organisasi yang dipimpin perempuan
Anissa, pelatih perempuan dari Cisarua Refugee Shotokan Karate Club (CRSKC), organisasi yang dipimpin pengungsi (RLOs) di bawah Program Olahraga UNHCR Indonesia 2026
Panel 2: Akses terhadap Keadilan dan Perlindungan bagi Perempuan
Membahas tantangan dan solusi terkait sistem perlindungan, akses hukum, dan hak-hak perempuan, khususnya dalam konteks pengungsian. Terdapat 2 pembicara pada panel kedua:

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA): Ms. Margareth Robin Korwa, SH, MH
Perwakilan paralegal pengungsi (SUAKA)
Bazaar
Melalui pameran ini, para peserta menampilkan karya fashion yang dikembangkan melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Lebih dari sekadar peragaan busana, acara ini menjadi simbol pemberdayaan, keberanian, serta wadah bagi perempuan pengungsi untuk mengekspresikan identitas, kreativitas, serta kemampuan mereka untuk bangkit, pulih, dan beradaptasi dari berbagai tantangan yang dihadapi.

Melalui kolaborasi ini, UNHCR Indonesia dan Makaila Haifa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperkuat kemitraan, serta menggerakkan dukungan bagi inisiatif yang memungkinkan perempuan untuk melampaui fase bertahan menuju masa depan yang berkelanjutan dan berkembang.

Kolaborasi antara Mishka Project dan UNHCR Indonesia telah terjalin sejak tahun 2021, mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong kemandirian, pengembangan keterampilan, dan inklusi sosial bagi perempuan pengungsi di Indonesia. Melalui pendekatan berbasis fashion dan ekonomi kreatif, inisiatif ini bertujuan menciptakan peluang baru serta memperkuat peran perempuan pengungsi sebagai agen perubahan dalam komunitas mereka.

Sebagai bagian dari program pemberdayaan, para peserta sebelumnya telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan dari Januari hingga Maret 2026. Mishka Project memfasilitasi pelatihan modeling dengan melibatkan instruktur profesional dari Look Inc., salah satu sekolah modeling terkemuka di Jakarta Selatan.

Sementara itu, untuk membekali peserta dengan keterampilan kreatif seperti fashion drawing dan fashion painting, Mishka Project juga menghadirkan pengajar profesional dari sekolah fashion di Jakarta.

Media diundang untuk menghadiri dan meliput acara ini. Harap diperhatikan bahwa siaran pers ini berada di bawah embargo hingga acara berakhir pada 24 April 2026 pukul 17.00 WIB.

Untuk pertanyaan media, silakan hubungi:
Hendrik C. Therik – Assistant Protection Officer UNHCR Indonesia
therikh@unhcr.org
+6281339000375

Katherine Sumartonjo – Senior Communications Assistant UNHCR Indonesia
Sumarton@unhcr.org
+6281181264455

Ozy – Public Relations Makaila Haifa
+6281296616460


Tentang UNHCR
UNHCR, Badan Pengungsi PBB, adalah organisasi global yang berdedikasi untuk menyelamatkan nyawa, melindungi hak, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik dan penganiayaan. UNHCR memimpin aksi internasional untuk melindungi pengungsi, komunitas yang terdampak pengungsian paksa, dan individu tanpa kewarganegaraan. Kami menyediakan bantuan penyelamatan jiwa, melindungi hak-hak dasar, serta mengembangkan solusi agar setiap orang memiliki tempat aman untuk disebut rumah dan dapat membangun masa depan yang lebih baik. Kami juga bekerja untuk memastikan bahwa individu tanpa kewarganegaraan memperoleh kewarganegaraan. UNHCR bekerja di lebih dari 130 negara.

Tentang Mishka Project
Mishka Project adalah inisiatif sosial yang diluncurkan oleh Makaila Haifa, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengungsi di Indonesia melalui fashion sebagai media edukasi, pengembangan keterampilan, serta dukungan mental dan psikologis.

Melalui Mishka Project, perempuan pengungsi tidak hanya memperoleh keterampilan berharga untuk masa depan mereka, tetapi juga membangun kepercayaan diri, koneksi sosial, serta akses terhadap sistem dukungan selama proses transisi kehidupan mereka.

Tentang Makaila Haifa
Makaila Haifa adalah brand modest fashion yang didirikan pada tahun 2018 dan berbasis di Jakarta serta Singapura. Brand ini hadir sebagai simbol perempuan kuat yang memberdayakan perempuan di sekitarnya. Makaila Haifa menawarkan berbagai produk seperti abaya, pakaian kasual, pakaian kerja, scarf, dan tas wanita.

Nama Makaila Haifa diambil dari dua putri pendirinya, yang melambangkan dedikasi pribadi setelah perjalanan sebagai seorang ibu tunggal. Hingga saat ini, Makaila Haifa terus berkembang sambil aktif menginisiasi berbagai proyek sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya perempuan pengungsi di Indonesia.


### SELESAI ###
 
 
 
 

Powered by MakeWebEasy.com
Website ini menggunakan kukis untuk pengalaman terbaik Anda, informasi lebih lanjut silakan kunjungi Kebijakan Privasi  dan  Kebijakan Kukis